How to Monetize Your Business
monetize your business

Banyak dari kita memulai bisnis dari hobby. Kita melakukan sesuatu yang menyenangkan setiap hari, sehingga menjadikan kita kesulitan untuk tetap netral dalam keputusan menghasilkan uang. Kita tahu persis berapa gaji yang seharusnya kita terima sebagai pegawai atau kita tahu persis berapa pengeluaran selama sebulan, tetapi kita kadang kesulitan untuk menentukan harga yang akan kita tawarkan kepada konsumen. Topik menentukan harga bukanlah topik yang menyenangkan dibicarakan umum, tetapi menentukan harga yang tepat adalan salah satu faktor penting keberhasilan suatu bisnis.

Sebelum menentukan harga, kita sebaiknya mengetahui tentang apa yang kita jual. Walaupun apa yang kita jual bervariasi, baik produk atau jasa, sebetulnya yang kita jual dapat dibagi menjadi dua: kita menjual keahlihan dan kita menjual waktu. Menyadari bahwa kita juga menjual waktu, kita menyadari waktu adalah komoditas dan berapa waktu yang akan disediakan untuk bisnis, sehingga kita bisa mengatur jadwal pengerjaan proyek atau kita bisa menolak suatu proyek karena waktu yang ada tidak cukup. Tidak hanya perlu meningkatkan produktivitas, cara kerja yang lebih efektif dan efisien perlu ditingkatkan untuk memasimalkan penggunaan waktu yang disediakan.

Setelah kita mengetahui jumlah waktu yang disediakan, kini saatnya kita menentukan berapa harga yang akan kita kenakan. Ada beberapa yang menghitung berdasarkan jumlah jam kerja, ada juga yang berdasarkan jumlah hari kerja, ada juga yang berdasarkan harga tetap. Yang paling bagus adalah menghitung berdasarkan jam kerja, sehingga tujuan bisnis kita bisa sejalan dengan tujuan klien. Pada saat kita mengenakan harga tetap, sering terjadi klien menambahkan hal-hal kecil ke dalam proyek dari waktu ke waktu. Selain pilihan mengenakan biaya tambahan tidak dapat dilakukan, waktu untuk menyelesaikan proyek juga bertambah. Pembuatan kontrak juga perlu diperhatikan secara menyeluruh hingga mencakup hal-hal detail. Google docs bisa dipakai untuk membahas jadwal pengerjaan proyek dan pembuatan kontrak bersama dengan klien.

Tahap selanjutnya adalah penagihan / mengirimkan invoice. Jika termasuk proyek besar, sebaiknya pengiriman invoice dilakukan setiap bulan setelah pembayaran uang muka diterima. Selain mempermudah aliran kas / cashflow baik di pihak kita maupun klien dan resiko keuangan yang lebih kecil, pengiriman invoice sebulan sekali dapat meningkatkan frekuensi komunikasi dengan klien. Pada saat penagihan, biasanya ada review manajemen proyek, seperti apakah proyek berjalan sesuai jadwal atau yang dihasilkan dari proyek hingga saat ini apakah sudah sesuai tujuan.

Selalu disiplin menabung dari hasil yang didapatkan dari proyek. Selain tabungan ini untuk menutupi biaya tetap di saat sepi proyek, tabungan ini juga bisa digunakan untuk pengembangan bisnis. Kebanyakan yang memutuskan untuk membangun bisnis tidak kekurangan kemampuan teknis, tetapi tidak mempunyai pengalaman mengelola bisnis, sehingga yang terjadi adalah bisnis hanya jalan di tempat tidak berkembang.

Contact us : 021 - 50265628 | info@erudite-indonesia.com

 

  •  

  •  

  •